Wednesday, August 3, 2011

Pemegang CISSP berbagi "Kenapa susah-susah ambil sertifikasi CISSP?"

Pagi ini, 3 Agustus 2011, Tedi Heriyanto CISSP, salah satu pengarang buku "BackTrack 4: Assuring Security by Penetration Testing" menjadi pembicara tamu dalam salah satu kelas keamanan informasi yang saya ampu. Pak Tedi menjelaskan secara lengkap menggunakan materi yang didapatkan dari web site (ISC)2 bahwa menurut hasil riset Frost & Sullivan pada tahun 2015 akan terdapat 4 juta lebih profesional di bidang keamanan informasi dan pertanyaannya adalah apa yang akan membedakan para profesional ini.  Sertifikasi profesional menjadi pembeda diantara para profesional di bidang keamanan informasi dan salah satunya yang merupakan standar "GOLD" untuk sertifikasi profesional di bidang keamanan informasi adalah CISSP (Certiffied Information System Security Professional).
Dengan mengambil sebuah sertifikasi, seorang profesional menyatakan dirinya akan fokus dan komit terhadap bidang ilmu yang ditekuni tersebut, ini yang terpenting dari bentuk sebuah sertifikasi.  Pembicara juga menekankan bahwa dalam iklan untuk mencari tenaga kerja di Indonesia, perusahaan indonesia sudah menaruh CISSP sebagai salah satu sertifikasi yang menjadi pembeda satu calon dari calon lainnya.  Per tanggal 3 Agustus 2011, jumlah CISSP di Indonesia masih tergolong kecil yaitu 79 dan menduduki peringkat ke 5 di Asia Tenggara dan peringkat 44 di dunia.  Pembicara juga menambahkan bahwa dalam CISSP mencakup 10 bidang pengetahuan (CBK = Common Body of Knowledge) seperti yang tercantum dalam web site (ISC)2.  Per tanggal 1 Januari 2012 (ISC)2 memutuskan mengganti beberapa penamaan domain yaitu Application Development Security dirubah menjadi Software Development Security, Operations Security dirubah menjadi Security Operations.  Selain daripada itu, pembicara menekankan yang paling menyenangkan dengan adanya sertifikasi tersebut, "paycheck" kita juga meningkat. Dalam mengambil sertifikasi CISSP yang paling berat adalah belajar menguasai semua materi 10 domain tersebut.  Ujian CISSP berlangsung 6 jam dengan jumlah soal 250 soal dimana 25 soal adalah soal riset yang tidak masuk dalam hitungan penilaian.  Pembicara menantang para mahasiswa siapa yang akan duluan menjadi pemegang CISSP ke-80 di Indonesia.  Dengan meningkatnya jumlah pemegang CISSP di Indonesia secara langsung, Indonesia ingin mengatakan kepada dunia bahwa Indonesia peduli terhadap keamanan informasi.  Mari kita tingkatkan keamanan informasi di Indonesia yang salah satunya melalui sertifikasi profesional CISSP.

Salam iman (Internet Aman dan Nyaman) selalu

2 comments:

  1. Pak Tedi itu yang mengenakan kacamata berkemeja biru, Pak Charles?

    ReplyDelete